Yuk Mengenal Market Rabana

posted on 25 Oct 2016 08:22 by idenesia

Rebana, Genjring, Terbang, Kencer, Duffuf bhs Arab atau dalam bhs Inggris dimaksud Tambourine yaitu alat musik tepuk, jam, perkusis, Islamis, dan masuk pada kelompok membranophoni. Rebana di buat dengan memakai papan kayu spesial serta pilihan. Lalu dibulatkan serta dilobangi dengan memakai mesin bubut bertenaga listrik, di desain spesial supaya membuahkan nada dan mempunyai tampilan yang khas sebagai satu diantara instrumen musik. Sesudah sistem pengeringan, penghalusan serta pengecatan bodi rebana kluwung, jadi pada segi sampingnya lalu dipasang kulit kambing yang telah disamak putih. Dengan ketrampilan, ketrampilan, keuletan dan kesabaran dalam penggarapannya, jadi bakal membuahkan satu diantara karya seni Islami berbentuk rebana berkwalitas. Instrumen Rebana yang bagus yaitu yang bertemura jernih, tak fals. Serta sudah pasti, yang berpenampilan kilap dan esklusif. Lantaran rebana yaitu termasuk juga type seni kerajinan seperti seni kerajinan lain yang harusnya di buat dengan cara halus, eklusif serta dengan jiwa seni juga.

Asal-usul Rebana Eksistensi rebana Kaliwadas-rebana Bumiayu, Jawa Tengah, berawal dari keuletan ayah Madali (alm.) serta ayah Toip (bapak kami) dalam bikin alat musik Islami ini pada masa 1940-an. Waktu itu pembuatan rebana dapat disebut masihlah terbatas serta cuma untuk pengisi waktu senggang, disela-sela aktivitas mereka bertani. Konsumen serta pencinta suaranya yang khas juga masihlah hanya beberapa orang berumur tua serta di daerah paling dekat saja. Macamnya waktu itu cuma ada dua jenis, yaitu Rebana Syrakal Diba dengan diameter 36-39 cm serta Jawa Classic Terbang Jawa yang terbuat dari Glugu atau kayu Kelapa.

Kami jual rebana Hadroh dimulai dengan Pembuatan bodi Rebana serta Jawa waktu itu masihlah memakai langkah manual, yaitu dengan memakai Tatah (pisau spesial) untuk mendesain serta melobangi kayunya. Itupun masihlah bekerja sama juga dengan seorang yang datang dari daerah Jatilawang, Banyumas. Baru pada masa 70-an orangtua kami mulai membuat pembuatan bodi Rebana dengan memakai mesin bubut bertenaga kaki digenjot, supaya as yang sudah dipasangi bulatan kayu Rebana dapat berputar. Market Rebana Masihlah pada th. 1970-an, seseorang entrepreneur dari Tasikmalaya bernama H. Sulaeman (alm.) yang telah lebih dahulu buka toko pernik-pernik dari kerang laut di jalan pasar Ikan Jakarta, datang bertandang. Beliau melihat keuletan serta kerajinan bapak kami yang notabene pembantu ayah Madali dalam bikin Rebana, hingga lalu mengajaknya bekerja sama juga dengan buka usaha sendiri dan memberikannya modal gratis! Nah, lalu, dari toko rebana di Jakarta berikut pada akhirnya makin lama Rebana Kaliwadas yang notabene product Toip mulai terkenal, hingga lahirlah Sentra Rebana Kaliwadas. Disusul lalu dua toko di sampingnya bersiap menyimpan alat musik yang lebih dikhususkan sebagai pengiring shalawat ini. Terlebih saat ini tv nasional Indosiar tengah turut andil dalam memperkenalkan band islami ini, terutama pada satu diantara jam tayangnya " Lomba Rebana Qasidah ". Hingga market share alat musik rebana semakin luas serta mantap. Dalam beberapa kali upaya menjual di minimarket kami memperoleh sambutan yang menarik 

edit @ 25 Oct 2016 08:22:51 by alicia wang

Comment

Comment:

Tweet